Dublin Core
Title
ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, INDEKS GLIKEMIK MAKANAN DAN KADAR GULA DARAH TERHADAP STATUS GIZI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II
Description
Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemi yang terjadi akibat dari tidak diproduksi yang
cukup oleh pankreas, sehingga tidak bisa digunakan secara efektif oleh
tubuh.
Tujuan penelitian dibuat untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi
makro, indeks glikemik makanan, dan kadar gula darah terhadap status gizi
penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja puskesmas sosial, dengan
rancangan Crossectional, jumlah populasi 304 orang yang terdaftar di
medical record dan sampel dengan cara teknik Accidental Sampling.
Analisis univariat menunjukan bahwa responden dengan asupan
energi kategori baik 36 responden (60%), asupan protein kategori baik 26
responden (52%), asupan lemak kategori baik 20 responden (40%), asupan
karbohidrat kategori baik 24 responden (48%), kadar gula darah kategori
hiperglikemi 41 responden (82%), Indeks glikemik makanan kategori
rendah 40 responden (80%).
Analisis Bivariat (Tabulasi Silang) menunjukkan bahwa responden
asupan energi baik dengan status gizi normal 12 responden (40%), asupan
protein kurang dengan status gizi normal 14 responden (66,7%), asupan
lemak kurang dengan status gizi normal 11 responden (57,9%), asupan
karbohidrat kurang dengan status gizi normal sebanyak 16 responden
(69,6%), kadar gula darah hiperglikemi dengan status gizi normal 19
responden (46.3%), indeks glikemik makanan rendah dengan status gizi normal 22 responden (55%), indeks glikemik makanan rendah dengan kadar gula darah hiperglikemi 34 responden (85%).
karakteristik hiperglikemi yang terjadi akibat dari tidak diproduksi yang
cukup oleh pankreas, sehingga tidak bisa digunakan secara efektif oleh
tubuh.
Tujuan penelitian dibuat untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi
makro, indeks glikemik makanan, dan kadar gula darah terhadap status gizi
penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja puskesmas sosial, dengan
rancangan Crossectional, jumlah populasi 304 orang yang terdaftar di
medical record dan sampel dengan cara teknik Accidental Sampling.
Analisis univariat menunjukan bahwa responden dengan asupan
energi kategori baik 36 responden (60%), asupan protein kategori baik 26
responden (52%), asupan lemak kategori baik 20 responden (40%), asupan
karbohidrat kategori baik 24 responden (48%), kadar gula darah kategori
hiperglikemi 41 responden (82%), Indeks glikemik makanan kategori
rendah 40 responden (80%).
Analisis Bivariat (Tabulasi Silang) menunjukkan bahwa responden
asupan energi baik dengan status gizi normal 12 responden (40%), asupan
protein kurang dengan status gizi normal 14 responden (66,7%), asupan
lemak kurang dengan status gizi normal 11 responden (57,9%), asupan
karbohidrat kurang dengan status gizi normal sebanyak 16 responden
(69,6%), kadar gula darah hiperglikemi dengan status gizi normal 19
responden (46.3%), indeks glikemik makanan rendah dengan status gizi normal 22 responden (55%), indeks glikemik makanan rendah dengan kadar gula darah hiperglikemi 34 responden (85%).
Creator
M. Aji Kurniawan
Publisher
Poltekkes Palembang
Date
9 Juni 2022
Contributor
Muzakar, ST, MPH
Format
PDF
Language
Bahasa Indonesia
Type
KTI