Dublin Core
Title
FORMULASI SALEP EKSTRAK UMBI TALAS JEPANG
(Colocasia esculenta L.) DENGAN VARIASI PARAFFIN
CAIR DAN UJI KESTABILAN
FISIKNYA
(Colocasia esculenta L.) DENGAN VARIASI PARAFFIN
CAIR DAN UJI KESTABILAN
FISIKNYA
Subject
Kata Kunci : UMBI TALAS JEPANG
(Colocasia esculenta L.) ,VARIASI PARAFFIN
CAIR
(Colocasia esculenta L.) ,VARIASI PARAFFIN
CAIR
Description
Salep merupakan sediaan setengah padat untuk pemakaian topikal, percampuran vaselin putih dan paraffin
liquidum digunakan ideal untuk mengatasi luka bakar. Salah satu tanaman berkhasiat untuk menyembuhkan
berbagai penyakit luka karena gigitan serangga dan luka bakar derajat II yaitu tanaman talas (Colocasia esculenta
L.) yang memiliki senyawa kimia flavanoid, saponin, tanin. Penelitian ini menggunakan metode masrasi
menggunakan pelarut 96%. Ekstrak Umbi Talas Jepang diformulasikan menjadi sediaan salep dengan
memvariasikan paraffin cair. Konsentrasi zat aktif yang digunakan dalam setiap formula adalah 5% serta
kombinasi paraffin cair yang digunakan adalah 3,63% pada formula I, 7,26% pada formula II serta 14,52 % pada
formula III, kemudian dilakukan evaluasi 28 hari penyimpanan meliputi pH, viskositas, homogenitas, daya sebar,
warna, bau, serta iritasi kulit. Berdasarkan hasil yang didapat, diperoleh rendeman sebesar 10,02. Hasil
pengukuran, pH formula I, II, dan III diperoleh hasil yang stabil, viskositas formula I berkisar 30238 cP – 33315
cP, formula II berkisar 30274 cP - 33200 Cp, formula III berkisar 29907 cP- 33186 cP hasil viskositas mengalami
penaikan selama masa penyimpanan. Ditinjau dari daya sebar, homogenitas, warna, bau, iritasi kulit, ketiga
formula memenuhi syarat selama masa penyimpanan 28 hari. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak
umbi talas jepang dapat diformulasikan menjadi sediaan salep yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula
yang paling optimal dengan variasi paraffin cair 7,26%
liquidum digunakan ideal untuk mengatasi luka bakar. Salah satu tanaman berkhasiat untuk menyembuhkan
berbagai penyakit luka karena gigitan serangga dan luka bakar derajat II yaitu tanaman talas (Colocasia esculenta
L.) yang memiliki senyawa kimia flavanoid, saponin, tanin. Penelitian ini menggunakan metode masrasi
menggunakan pelarut 96%. Ekstrak Umbi Talas Jepang diformulasikan menjadi sediaan salep dengan
memvariasikan paraffin cair. Konsentrasi zat aktif yang digunakan dalam setiap formula adalah 5% serta
kombinasi paraffin cair yang digunakan adalah 3,63% pada formula I, 7,26% pada formula II serta 14,52 % pada
formula III, kemudian dilakukan evaluasi 28 hari penyimpanan meliputi pH, viskositas, homogenitas, daya sebar,
warna, bau, serta iritasi kulit. Berdasarkan hasil yang didapat, diperoleh rendeman sebesar 10,02. Hasil
pengukuran, pH formula I, II, dan III diperoleh hasil yang stabil, viskositas formula I berkisar 30238 cP – 33315
cP, formula II berkisar 30274 cP - 33200 Cp, formula III berkisar 29907 cP- 33186 cP hasil viskositas mengalami
penaikan selama masa penyimpanan. Ditinjau dari daya sebar, homogenitas, warna, bau, iritasi kulit, ketiga
formula memenuhi syarat selama masa penyimpanan 28 hari. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak
umbi talas jepang dapat diformulasikan menjadi sediaan salep yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula
yang paling optimal dengan variasi paraffin cair 7,26%
Creator
ANNISA DELA
Publisher
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi
Date
2018
Contributor
Sadakata Sinulingga
Format
PDF
Language
Indonesia
Type
KTI Mahasiswa